Page

Jumat, 08 Juli 2011

Penang, Pulau Eksotis Bertabur Ragam Budaya

INGIN melihat keanekaragaman budaya Malaysia? Pulau Penang jawaban yang tepat untuk itu. Eksotika matahari tenggelam tampak sangat indah di sela-sela deretan pohon kelapa Pulau Penang.

Pulau yang terletak di sisi barat Semenanjung Malaysia ini terdiri dari bagian Pulau Penang dan daratan Penang. Untuk mencapainya, tersedia fasilitas penyeberangan dengan kapal feri atau melalui Jembatan Penang sepanjang 13,5 kilometer.

Pulau Penang terkenal dengan pantainya yang indah, di antaranya di Tanjung Bungah, Batu Ferringhi, dan Teluk Bahang. Pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih ketika diselenggarakan Penang International Dragon Boat Festival pada setiap Juni.

Pulau Penang menjadi bagian sejarah kolonialisme Inggris. Pada 1786, pasukan Inggris di bawah pimpinan Kapten Francis Light mulai menguasai pulau tersebut. Kapten Francis membangun sebuah benteng pertahanan yang dinamakan Fort Cornwallis yang kemudian menjadi ikon penting Negeri Bagian Penang.

Fort Cornwallis digunakan sebagai pertahanan menghadapi serangan tentara Prancis dan kawanan bajak laut. Nama Ibu Kota Penang yang diambil dari nama King of George III mencerminkan warisan kekuasaan Kerajaan Inggris di Penang.

Walaupun penduduk Pulau Penang berasal dari berbagai etnis di Asia, seperti Melayu, China, India dan Burma, mereka telah lama berbaur dengan selaras. Rumah ibadah berbagai agama hidup berdampingan dan pemeluk agama bebas menjalankan ritualnya masing-masing.

Di Jalan Burmah terdapat dua kuil dari komunitas Budhis yang berbeda, yaitu Thailand dan Burma. Yang menarik, Wat Chaiya Mangkalaram letaknya berhadapan dengan Dhammikarama Burmese Buddhist Temple.

Di Wat Chaiya Mangkalaram, terdapat patung Budha yang berbaring miring sepanjang 33 meter dan dilapisi emas. Bangunan utama kuil Dhammikarama atapnya berhiaskan ukiran cantik khas Burma, berwarna keemasan. Di dalamnya terdapat sebuah patung Budha yang berdiri tegak, sementara di belakangnya berjajar rapi patung-patung Budha dengan ukuran lebih kecil.

Ketika menyusuri lorong kota, terlihat beberapa bangunan kuno yang dilestarikan sebagai peninggalan karya seni. Di antara megahnya bangunan-bangunan hotel di sepanjang Leith Street, tampak sebuah rumah besar bergaya China, dikenal sebagai The Cheong Fatt Tze Mansion atau sering juga disebut La Mansion Bleu.

Rumah bercat biru ini memiliki 38 kamar tidur dan 220 jendela yang selesai dibangun pada 1880 di atas tanah seluas 1 hektare. Keindahan dan kerapian rumah mantan "Rockefeller dari Timur", yang telah direnovasi hingga menyerupai bangunan aslinya ini telah membuahkan penghargaan UNESCO Conservation Award tahun 2000.

Kecintaan pada seni arsitektur dari pasangan Lawrence Loh dan Loh Lim Lee, membuat La Mansion Bleu menjadi salah satu landmark Penang, juga objek wisata.

"Saat membeli bangunan ini, turisme tidak menjadi tujuan utama kami. Kecintaan akan sejarahlah yang membuat kami merenovasinya," kata Lim Lee.

Pelestarian rumah Cheong Fatt Tze oleh pasangan Loh dilakukan dengan menggunakan dana pribadi, tanpa campur tangan pemerintah. Awalnya bagian dalam rumah sangat kotor, tangga marmernya telah rusak. Namun, seluruh lantai bangunan masih baik, juga tiang-tiang besi buatan Glasgow, Inggris, yang menyangga bangunan utama.

Ketika memasuki rumah tersebut, kita seakan berada di masa silam. Ruang utamanya begitu luas, dengan jendela dan pintu kayu berukir ornamen khas China. Di sudut ruangan terdapat meja bundar terbuat dari marmer dan kursi kayu beranyam rotan.

Sayap kanan bangunan antik tersebut kini disewakan kepada pengunjung yang ingin tidur di rumah abad lalu. Sewa kamar per malam sekira 200-800 ringgit, tergantung dari luas kamar dan perlengkapannya.

Kehadiran berbagai etnis dengan sajian kuliner membuat Penang dikenal sebagai surga makanan, mulai dari restoran mewah hingga hawker center, tersebar di sepanjang Jalan Penang. Tersaji makanan khas Melayu, India, dan China.

Hawker center adalah food court yang terletak di udara terbuka. Harga makanan di tempat ini relatif murah. Pengunjung boleh memilih meja di mana saja di area hawker center. Pembayaran dilakukan di meja, setelah makanan diantar. Aneka menu nasi dapat dipilih; ada nasi lemak, sejenis nasi uduk dengan lauk ikan bilis goreng, kacang tanah goreng, dan sambal belacan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...