Page

Senin, 16 Mei 2011

BMKG: Jakarta Jauh dari Pusat Gempa

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu khawatir menanggapi kemungkinan Jakarta akan digoyang gempa berkekuatan 8,7 skala Richter (SR).

Selain masih butuh penelitian lebih lanjut, pusat gempa masih jauh dari Jakarta.

"8,7 SR itu ada di sumbernya, apakah goncangannya sampai ke Jakarta belum tentu, itu yang harus diperjelas," tegas Kepala Seksi Gempa BMKG, Suharjono, Senin (16/5/2011).

Dia menjelaskan, pertemuan lempengan gempa ada di Barat Aceh menuju selatan dan Barat Selat Sunda kemudian berbelok ke arah timur Nusa Tenggara Timur berbelok ke utara masuk ke laut banda.

Pusat gempa diperkirakan berada sekira 300 sampai 400 kilometer dari bibit pantai. Kata dia, pertemuan lempengan semakin lama akan semakin menyusut, sedangkan Jakarta masih jauh dari lempengan gempa sekira 700 sampai 800 kilometer, angka ini akan semakin menyusut seiring panasnya hawa bumi.

"Kalau yang kemungkinan sampai Jakarta itu kedalaman titik gempa 700 sampai 800 kilometer, yang berbahaya itu yang kedalamannya 10 sampai 60 kilometer," tegasnya.

Walaupun di Selat Sunda terjadi gempa kemungkinan goncangannya tidak akan berpengaruh terhadap Jakarta. Selain itu katanya angka tersebut mungkin perkiraan kalkulasi hitungan dari gerakan keseluruhan lempengan dan material.

"Titik yang berbahaya itu justru di titik pertemuan lempengan gempa, itu yang harus terus dipantau. Kalaupun terjadi kekuatan sampai ke Jakarta sekira 7 sampai 8 MMI jadi berbeda dengan hitungan richter kalau MMI itu hitungan goncangan kalau richter itu kekuatan energi," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...