Page

Senin, 25 April 2011

Target IHSG 5000: Dari mana asalnya?

Anda pasti sudah familier dengan grafik yang pernah saya sebut sebagai ‘Skenario Naga‘ yang saya publikasikan di bulan Juni lalu:


Dibalik gambar Naga tersebut, grafik pergerakan IHSGnya adalah sebagai berikut :




Terlepas adanya fakta bahwa ‘koreksi kedua’ yang ada dalam prediksi tersebut, ternyata tidak sebesar yang saya perkirakan (terima kasih kepada JCRA yang telah melakukan upgrade credit rating Indonesia menjadi investment grade), outlook tersebut sebenarnya adalah outlook yang masih saya pegang hingga saat ini. Mungkin anda juga sudah sering membaca dalam ulasan saya, bahwa saya memprediksikan IHSG akan mencapai kisaran 4400 – 5000 dalam waktu 1 – 2 tahun (semenjak Juni 2010 lalu).

Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah IHSG akan mencapai 5000 tahun depan? Apakah IHSG sudah bisa mencapai 5000 ‘hanya’ dalam 1 tahun (bukan 2 tahun yang merupakan batas waktu terpanjang dalam prediksi saya itu)?

Belakangan sih… kita juga sudah mendengar. Banyak analis-analis yang memprediksikan bahwa IHSG akan mencapai level 5000. Kalau alasan teknikalnya, anda mungkin sudah bisa melihat pada chart di atas (atau nanti saya akan perlihatkan satu chart teknikal lagi yang dipakai orang sebagai dasar untuk memprediksikan IHSG ke 5000). Akan tetapi, saya mau sedikit share.. bagaimana para analis ‘menemukan’ target IHSG 5000 tersebut.

Fundamentalnya masih belum ‘ngejar’
Salah satu cara yang digunakan oleh analis fundamental dalam menentukan target IHSG, adalah dengan menggunakan pendekatan bottom-up (dari bawah ke atas). Para analis menghitung valuasi dari beberapa saham dan setelah itu kapitalisasinya dijumlahkan, kemudian hasil penjumlahannya, dibandingkan dengan kapitalisasi saham terakhir. Dari potensial kenaikan atau penurunannya, para analis tersebut kemudian menentukan target IHSG untuk masa yang akan datang. Untuk jelasnya bisa dilihat dari tabel di bawah ini:



Dengan potensi kenaikan sebesar 12.63% dari posisi IHSG pada 26 November lalu di 3642, maka itu berarti IHSG masih memiliki potensi kenaikan hingga 4102 untuk 12 bulan kedepan. Sebagai tambahan (karena data tersebut adalah data akhir November yang saya gunakan untuk presentasi dalam Market Outlook 2011), target IHSG konsensus untuk per hari ini sudah berada di kisaran 4200 – 4250. Tetap saja jauh dari level 5000 yang digembar-gemborkan sebagai target IHSG untuk 2011.

Lah.. kok hanya 4100 – 4250? Tadi katanya IHSG tahun depan bisa 5000. Dari mana asalnya?
Alasannya: IHSG 5000 = P/E IHSG 18x hingga 20x

Cerita yang paling banyak ‘dijual’, atau sentimen positif yang paling sering diharapkan bisa menjadi pendorong IHSG menuju ke level 5000 adalah masuknya surat hutang Indonesia kedalam investment grade dari lembaga pemeringkat dunia: Fitch, S&P, dan Moody. Masuknya Indonesia ke dalam investment grade akan berarti masuknya pula dana asing. Nah… masuknya dana asing inilah yang kemudian akan membuat harga naik hingga Price to Earning Ratio (P/E) IHSG bisa mencapai angka 18 kali hingga 20 kali. Sebagai informasi, EPS konsensus untuk tahun 2011, berada di kisaran sekitar level Rp 250, naik 25% dari EPS konsensus di tahun 2010 yang berkisar pada angka Rp 190 – Rp 200. Dari mana asalnya angka ‘P/E 18 kali hingga 20 kali’ ini? Saya melihat kebelakang, ternyata angka tersebut berasal dari angka P/E IHSG pada tahun 1994 – 1996. Tepat sebelum Krisis Moneter.


IHSG 5000 secara analisis teknikal

Cara lain untuk menyatakan bahwa IHSG bisa mencapai level 5000 (bahkan 5500 – 5600) untuk tahun depan.  Cara yang pertama mungkin anda sudah lihat di awal dari tulisan ini.  Tapi, jika anda adalah pembaca dari buku tulisan saya, anda pasti sudah melihat cara untuk mencari resisten ketika harga mencapai rekor harga baru, adalah dengan menggunakan retracement 161.8%, dan retracement 261.8% dari swing harga terakhir yang sebelum penembusan rekor.   Gambarnya seperti berikut ini:



Dari gambar diatas dapat dilihat, bahwa retracement 161.8% dari swing 2008, ada di level 3900-4000.  Sedangkan.. jika ternyata resisten dari retracement 161.8% ditembus, maka resisten selanjutnya ada di sekitar 5600-5700.  Jadi.. tidak perlu penghitungan yang rumit bukan untuk mengetahui target IHSG di 5600?
Jadi… Apakah IHSG bakal 5000 tahun depan (2011)?

Hehehe… saya belum menjawab pertanyaan ini ya?  Saya memang biasanya menghindari untuk menjawab karena saya sebenarnya juga masih belum terlalu yakin.  Untuk menjadi yakin, saya biasanya harus menemukan alasan fundamentalnya dulu.  Dan alasan P/E bisa mencapai 20 kali, itu masih kurang kuat (kalau menurut saya).  Biasanya, valuasinya memang harus ngejar dulu.  Valuasinya harus confirm dulu, sebelum kita bisa yakin bahwa IHSG bisa mencapai level 5000 tersebut.  Akan tetapi, ini bukan berarti saya bearish.  Karena secara fundamental sudah confirmed…
saya melihat peluang bahwa IHSG bisa mencapai kisaran 4100 – 4200 pada kuartal pertama 2011 (1Q2011) atau setidaknya untuk paruh pertama 2011 (1H2011)..
Cuman.. berapa titik tertinggi IHSG di 2011? Kita lihat deh…   Saya mau nunggu sampai laporan keuangan 1Q2011 keluar.  Karena itu akan sangat menentukan.  Keraguan saya untuk IHSG 5000 juga karena saya terpengaruh sama data di bawah ini:



Negara-negara tersebut adalah negara-negara di sekitar kita, atau negara-negara yang kira-kira sebanding dengan kita.  Kalau IHSG memang mau ngejar P/E dari India… berarti target IHSG 5000 di tahun 2011 masih bisa tercapai.  Tapi, bukankah itu berarti Brazil masih jauh lebih murah dari Indonesia? Atau… bagaimana dengan Malaysia, Thailand dan Singapore yang expected P/E tahun depan masih berkisar pada angka 14.5 – 16 kali?
IHSG mungkin memang bisa 5000 tahun depan.  Tapi jalan menuju 5000, bukanlah jalan yang mudah.
Happy trading… semoga untung!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...