Page

Sabtu, 23 April 2011

Sutradara film pemenang Oscar berbicara bagi perlindungan ikan lumba-lumba dan lautan

Film dokumenter, “The Cove” yang mengisahkan kekejaman perburuan lumba-lumba tahunan yang terjadi di teluk kecil di Jepang, baru-baru ini mendapat Academy Award 2010 untuk Film Dokumenter Terbaik. Bagi pembuat film itu, upaya untuk mengakhiri pembunuhan mamalia laut dan melindungi lingkungan hewan tersebut terus berlangsung.

Tepat sebelum upacara penghargaan Oscar, mereka bermitra dengan aktivis lingkungan vegan untuk pergi secara diam-diam ke rumah makan yang diduga menjual daging ikan paus yang terlarang di Amerika Serikat menurut Hukum Perlindungan Mamalia Laut.


Setelah tes DNA memastikan bahwa daging yang disajikan berasal dari ikan paus Sei yang terancam punah, pelanggaran itu dilaporkan kepada petugas.

Sutradara film tersebut Louie Psihoyos, yang ikut serta dalam kegiatan itu mengatakan bahwa pengungkapan perburuan ikan paus, seperti filmnya, ditujukan untuk menyelamatkan hewan tersebut serta biosfer yang menopang kehidupan mereka.

Louie Psihoyos – Direktur The Cove, film pemenang Oscar: Kami berusaha menyelesaikan masalah di satu teluk kecil, tetapi sesungguhnya itu hanya bagian kecil saja dari apa yang terjadi di lautan. Semua pupuk dan limbah yang hanyut serta pestisida, zat itu telah membunuh lautan.

PEMBICARA: “The Cove” juga mengungkapkan fakta bahwa ikan lumba-lumba yang diburu itu sudah tercemar dengan air raksa dari air laut yang tercemar. Para pemburu lumba-lumba itu memakai gelombang sonar bawah laut untuk menggiring ikan lumba-lumba yang panik tersebut ke dalam teluk kecil yang segera berubah menjadi merah darah karena mereka menombak atau menusuk ikan lumba-lumba  secara kejam sampai mereka mati.

Ternyata, daging ikan lumba-lumba ini memiliki kadar air raksa tertinggi yang diketahui di Jepang, dengan potensi menyebabkan kerusakan syaraf, terutama pada anak-anak. Selain itu, ikan lumba-lumba yang tidak langsung dibunuh akan ditangkap dan dijual untuk dikurung dan dikucilkan untuk menghibur manusia di kebun binatang atau akuarium.

Pesan film tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran mengenai praktik yang mendatangkan bahaya bagi begitu banyak makhluk.

Louie Psihoyos: Cara satu-satunya agar kita bisa menyelamatkan kehidupan ikan lumba-lumba adalah membuktikan bahwa kita menyebabkan habitatnya sangat beracun, hingga kita tidak boleh memakan mereka. Itu menunjukkan kita tidak lagi menghormati hewan itu dan kita tidak lagi menghormati diri kita sendiri. Kita melakukan yang tidak akan dilakukan hewan liar; kita mencemari rumah kita sendiri.

PEMBICARA: Kami ucapkan selamat dan terima kasih Bpk. Psihoyos dan rekan-rekan pembuat “The Cove” yang telah berusaha untuk melestarikan laut berharga kita dan penghuninya yang indah. Semoga kita lebih ramah dalam memperlakukan teman laut serta lautan milik kita bersama dan tergantung padanya.

Louie Psihoyos: Jadilah vegan, bertindaklah hijau, selamatkan Bumi.
PEMBICARA: Dalam wawancara bulan November 2008 bersama Radio FM East Coast Irlandia, Maha Guru Ching Hai membahas masalah daging ikan lumba-lumba yang tercemar dan sekali lagi mendorong perlindungan bagi semua kehidupan laut demi kelangsungan hidup seluruh planet kita.

Maha Guru Ching Hai: Beberapa ilmuwan Jepang menyatakan bahwa produk ini seharusnya ditarik dari rak penjualan dengan segera. Dan Dr. Palombi dari Universitas Harvard memberi nasihat yang sama kepada pemerintah Jepang - bahwa mereka seharusnya melarang penangkapan ikan lumba-lumba dan melarang penjualan daging ikan lumba-lumba di pasar. Untuk menghentikan praktik penangkapan ikan yang merusak ini, jalan keluarnya adalah pola makan vegan, tidak ada yang amis dalam hidangan kita. Pilih pola makan vegan yang menyelamatkan kehidupan dan Bumi.

Lindungilah hewan-hewan dan lingkungan. Dan berdoa agar semua orang memperhatikan nasihat bijak para ilmuwan dan beralih ke kehidupan penuh kebajikan yang pada gilirannya menawarkan kehidupan penuh kebaikan di Bumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...