Page

Minggu, 01 Mei 2011

PlayBook, Layu Sebelum Berkembang?

Komputer tablet Research in Motion (RIM), BlackBerry PlayBook, baru saja dilepas ke pasar pada Selasa lalu. Namun, pemandangan yang terjadi pada penjualan pertama tablet PlayBook ini sangat jauh berbeda dibanding hari pertama penjualan iPad. Dua toko yang memajang PlayBook di pusat belanja di Toronto hanya menjual tak lebih dari lima unit PlayBook. Kontras sekali dengan antrean panjang orang-orang yang mendambakan iPad 2, bulan lalu.

Padahal, untuk menarik perhatian konsumen, RIM telah menyetarakan harga PlayBook-nya dengan iPad 2, yakni US$ 499 atau sekitar Rp 4,5 juta untuk versi 16 gigabita plus Wi-Fi. "Tampaknya penjualan BlackBerry PlayBook akan sangat berat," kata analis BGC Partnet, Colin Gillis.


Lalu bagaimana dengan penjualan PlayBook di Indonesia? Hingga kini, RIM belum mengumumkan kapan ia akan mulai menjual tablet itu di Tanah Air. Dalam acara BlackBerry Developer Conference Asia 2011 di Denpasar, pertengahan Januari lalu, Senior Director RIM Francois Mahieu mengatakan di luar Amerika Serikat, Playbook akan hadir pada kuartal kedua. Jadi mungkin saja tablet itu akan tiba bulan depan.

Nah, sebelum PlayBook mendarat di Tanah Air, ada baiknya kita menyimak hasil uji coba yang dilakukan Engadget terhadap tablet tersebut. BlackBerry PlayBook hadir dengan layar seluas 7 inci dan berjalan dengan sistem operasi QNX. Tampil dengan balutan warna hitam dengan lekukan di empat sudutnya, logo BlackBerry terpampang di bagian bawah jika tablet itu dipasang dalam posisi horizontal.

Bobotnya 425 gram dan sedikit lebih tebal dari iPad 2--tebal PlayBook 1 sentimeter, sedangkan iPad 2 0,8 sentimeter. Pada bagian atas terdapat empat tombol untuk volume, play/pause, dan power. Sayangnya, rangkaian tombol ini terlalu kecil dirasakan pada ujung jemari, sehingga pengguna yang berjari besar mesti menggunakan kukunya untuk menekan.

RIM membenamkan dua kamera pada PlayBook. Satu menghadap ke belakang dengan resolusi 5 megapiksel dan 3 megapiksel menghadap ke depan. Dua kamera itu dibenamkan di bagian tengah atas layar beresolusi 600 x 1.024 piksel. Di bagian bawah tersembunyi tiga port, yakni micro-HDMI, micro-USB, dan sebuah connector charger bercabang tiga.

Dilengkapi dengan prosesor dual-core 1 GHz membuat PlayBook mampu berjalan dengan maksimal, sehingga lebih mudah mengakselerasi video dan game, serta menampilkan gambar definisi tinggi. Kinerjanya termasuk cepat dan responsif karena dengan sigap beralih dari aplikasi yang satu ke aplikasi lainnya. Dalam acara BlackBerry Developer Conference, Tempo menjajal memutar video bersamaan dengan memainkan game tiga dimensi Quake II. Hasilnya? Dua aplikasi itu berjalan bersamaan secara mulus.

Daya tahan baterai PlayBook dinilai cukup baik dibanding Samsung Galaxy Tab dan Dell Streak. Namun masih jauh di bawah iPad 2, iPad, dan Motorola Xoom. Baterai PlayBook bertahan selama 7 jam 1 menit; iPad 2 selama 10 jam 26 menit; iPad selama 9 jam 33 menit; Motorola Xoom 8 jam 20 menit; Dell Streak 7, 3 jam 26 menit; Archos 7 jam 20 menit; dan Samsung Galaxy Tab 6 jam 9 menit.

RIM tak melupakan aplikasi BlackBerry Bridge. Ini adalah aplikasi untuk menghubungkan tablet PlayBook dengan telepon seluler pintar BlackBerry. Syaratnya, smartphone BlackBerry harus menggunakan sistem operasi BlackBerry versi 5 atau enam dan memiliki aplikasi BlackBerry Bridge. Jika syarat itu telah terpenuhi, dua perangkat tersebut bisa saling terhubung melalui Bluetooth. Dengan BlackBerry Bridge, tablet PlayBook dan ponsel BlackBerry bisa "berbagi" e-mail, kalender, kontak, dan memo, tapi tidak BlackBerry Messenger (BBM). Janji RIM yang belum "ditepati" pada PlayBook ini adalah layanan yang dapat menjalankan aplikasi Android dan koneksi ke jaringan 4G.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...