Page

Jumat, 08 April 2011

Nangkring di Level 3,741.067, Rating BB+ Dorong Kenaikan IHSG dan Indonesia Menuju Investment Grade

Indeks Harga Saham Gabungan, menutup dengan manis akhir pekan ini dengan penguatan 10.484 poin ke level 3,741.067. Hal ini juga berarti mematahkan persepsi pelaku usaha yang pesimis IHSG akan rally pada penutupan akhir pekan ini. Nyatanya, dengan "kalem" IHSG, ongkang-ongkang kaki di teritori positif dengan penguatan yang lumayan signifikan.
"IHSG menguat 10 poin dan mematahkan persepsi para pelaku pasar yang pesimis indeks bisa rally ke teritori positif," ungkap Johan Effendi, melalui komunikasi data, Jumat 08 April 2011.

Johan menjelaskan, salah satu pemicu menguatnya IOndeks adalah penetapan S&P menaikan rating Indonesia menjadi BB+. Rating mengalami kenaikan karena kondisi neraca keuangan Indonesia yang membaik, kondisi fiskal yang baik, serta likuiditas yang meningkat. Kalau Indonesia sudah masuk ke investment grade, berarti kepercayaan asing akan meningkat.

"Dengan demikian aliran dana dari perusahaan asset management dan hedge fund luar negeri akan terus mengalir ke Indonesia," ungkap Johan.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 105.653 kali pada volume 29,877 miliar lembar saham senilai Rp 19,728 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 91 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Jajaran Top Gainers untuk penutupan perdagangan Akhir pekan ini adalah ITMG yang naik 1.150 poin ke level Rp49.850, MYOR yang juga naik 500 poin ke level Rp44.400 dan DSSA yang naik 500 poin ke level Rp33.500.

Sementara itu Jajaran Top Loser pada penutupanm perdagangan akhir pekan ini di duduki oleh ASII yang turun 850 poin ke level Rp56.750, INDS yang turun 300 poin ke level Rp8.050 dan AALI yang juga turun 300 poin ke level Rp22.500.

Sementara itu, Nilai rupiah terhadap mata uang asing di pasar spot antar bank berada di level Rp8.650 per dolar Amerika, menguat 25 poin dari sebelumnya. Dan diperkirakan akan terus menguat akibat melimpahnya suplai dolar di pasar. Tapi harus tetap waspada juga, karena ini sifatnya hot money yang bisa keluar kapan saja tiba-tiba kalau ada sentimen negatif. Dengan demikian dibutuhkan peran pemerintah untuk membuat regulasi agar dana asing itu tidak dapat keluar dengan gampang.

Hari ini, lembaga rating Standar & Poor menaikkan peringkat Indonesia dari BB menjadi BB+ dengan outlook tetap positif. Faktor yang mendasari kenaikan rating Indonesia adalah membaiknya neraca perdagangan. Surplus fiskal primer dengan beban utang yang sabil telah mengurangi rasio utang. Hal ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi melebihi tingkat suku bunga riil. Selain itu juga didorong hasil privatisasi dan apresiasi mata uang rupiah.

Pada penutupan perdagangan sesi II hari ini harga minyak mentah berada di level 111,53 dolar Amerika Per Barel. Dan Harga Logam Mulia atau Emas Murni berada di level 1470 dolar Amerika Per Ounce menguat 10.70 dolar Amerika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...