Page

Sabtu, 02 April 2011

Efek Pemanasan Global Terhadap Kenaikan Permukaan Air Laut

Pemanasan global merupakan kenaikan suhu permukaan bumi. Secara global, suhu permukaan bumi telah mengalami kenaikan sekitar 0,74oC antara awal dan akhir abad ke-20. Perubahan ini berpengaruh besar terhadap iklim bumi. Salah satunya adalah kenaikan permukaan pada samudra dan lautan.

Air lautan akan menyebar dan berkontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut. Pada pertengahan abad ke-20, penyebaran panas  menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 2,5 cm. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan sejak 1993-2003 mengindikasikan laju peningkatan rata-rata adalah 3,1mm/tahun. (Bindoff, NL et al., “Observations: Oceanic Climate Change and Sea Level”, Climate Change 2007)

Penyebab alami kenaikan permukaan laut adalah pelelehan es di pulau, air tercipta dari cadangan oksigen dan hidrogen di kerak bumi, air dari dalam ruang, dan ketika daratan runtuh karena penyebaran panas. Ketika gunung berapi meletus, air dari bawah daratan bumi dikeluarkan dalam bentuk uap dan mengalir ke samudra. Kejadian seperti ini berkontribusi pada kenaikan permukaan laut, walau tidak berpengaruh banyak. Peruntuhan daratan besar-besaran dapat menjadi penyebab kenaikan permukaan air laut. Peristiwa tsunami yang menyanpu daratan dunia merupakan hasil dari peristiwa alam tersebut.


Kenaikan suhu bumi rata-rata menghasilkan peleburan es di seluruh bumi. Glacier dan lapisan es menutupi 10% permukaan bumi. Pada abad ke-20, banyak es meleleh dari yang seharusnya. Contoh yang paling terkenal adalah Gunung Kilimanjoro di Afrika. Pada abad lalu, es dingin berkurang 80% dan sepertinya akan menghilang di dekade berikutnya apabila tingkat kehilangan seperti ini. Efek yang sama terjadi di Alaska, Himalaya, dan Andes. Akibat pelelehan glasir dan permukaan es terjadi kenaikan permukaan air laut setinggi 2,5 cm pada pertengahan abad ke-20.

Efek green house atau rumah kaca menyebabkan kenaikan permukaan air. Menurut para ilmuwan, kenaikan tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia. Gas rumah kaca tercipta dan terlepas akibat aktivitas manusia. Lapisan pelindung bumi dari sinar matahari terpengaruh oleh pembakaran BBM (Bahan Bakar Minyak). Banyak sinar matahari disimpan di dalam atmosfer, sehingga bumi menjadi lebih hangat. Akibat dari kenaikan suhu, banyak daratan es di kutub Utara dan Selatan mulai meleleh sehingga permukaan air laut meningkat lebih cepat dari seharusnya.

Dalam rangka melawan pemanasan global, kita perlu mengerti fungsi planet bumi. Dengan kebijakan lingkungan yang tepat, kita dapat memperlambat efek pemanasan global. Penting bagi kita, meninggalkan bumi yang sehat untuk anak cucu kita.

Salam Sahabat Hijau

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...