Page

Senin, 25 April 2011

Dollar Tenang Sebelum Paskah, Namun Bisa Jatuh Lagi Pekan Depan

Dollar sedikit berubah di Asia, Jum'at (22/4) karena banyak investor menghindar dari perdagangan aktif sebelum hari libur Paskah, namun banyak dealer Tokyo mengekspektasi dollar AS jatuh tajam di pekan depan.

Dealer tersebut mengekspektasi Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengecewakan investor dollar-bullish dengan tidak menunjukkan pengetatan jangka pendek.

Bernanke kemungkinan menjadi dovish, dealer Tokyo mengatakan, karena pemulihan ekonomi AS tidak cukup kuat untuk menjamin suku bunga naik, dan beberapa anggota dewan Fed baru-baru ini membuat pernyataan sedikit tenang tentang keadaan ekonomi.

"Investor akan mengetahui FOMC tidak condong terhadap kebijakan pengetatan dan tidak akan menjadi kesempatan baik seperti tindakan di sisa tahun ini," kata Satoshi Tate, seorang dealer senior di Mizuho Corporate Bank.

Tate mencatat bahwa dollar AS akan tetap jatuh terhadap yen, kemungkinan ke angka penting psikologis Y80.00. Jika itu merupakan kasus, kekhawatiran tentang pemerintah Jepang mengintervensi untuk menjual yen akan meningkat, artinya dollar kemungkinan akan mendapat dorongan pada saat itu.

Pukul 11.50 WIB, mata uang AS berada di Y81.89 dari Y81.84 di New York Kamis kemarin. Indeks Dollar, yang mengukur mata uangnya terhadap sejumlah mata uang utama, berada di 74.043 dari 74.091.

Perdagangan Jum'at di Asia lesu karena liburan mendatang. Pasar mata uang tetap terbuka, namun trader di sebagian besar dunia seperti London dan AS tidak akan berada di pasar.

Euro berada di $1.4577 dari $1.4553 dan Y119.30 dari Y119.16. Euro pun sepertinya naik versus mitra AS, kata dealer.

Faktor lain mengapa investor mengekspektasi dollar AS melemah merupakan beberapa pertimbangan China mungkin membiarkan yuan mengapresiasi pada cakupan dengan inflasi segera, suatu pergerakan yang akan menjadi negatif bagi dollar.

Tsutomu Soma, seorang dealer senior di Okasan Securities, mengatakan China tengah meningkatkan tingkat kebijakan penting untuk melemahkan tekanan harga, namun itu taktik sendiri yang tidak cukup mencapai tujuannya.

"Saya rasa takut tentang meninggalkan kedudukan hari ini untuk akhir pekan tanpa menyelesaikan kepemilikan dollar," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...