Page

Sabtu, 19 Maret 2011

Isu Teror Bom Semakin Bermunculan

Teror demi teror terus bermunculan pekan ini. Mulai dari teror bom yang dikemas melalui paket buku hingga bentuk-bentuk paket mencurigakan. Tim Gegana pun sibuk menjinakkan bom. Banyak variasinya pula karena ada yang benar-benar bom dan ada pula cuma sekadar paket mencurigakan.

Teror ledakan itu pun beredar pada 15 Maret silam. Lewat sebuah buku, pelaku meneror satu per satu target mereka. Tak main-main di dalam buku dengan judul sarat pesan jihad, diselipkan bom berdaya ledak rendah. Ledakan ini cukup melumpuhkan korbannya.

Paket-paket itu mampir ke sejumlah tokoh di hari yang sama. Mulai dari kantor Jaringan Islam Liberal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur yang melukai tiga orang. Paket bom juga mampir ke Kantor Badan Narkotika Nasional ditujukan kepada Kepala BNN Gories Mere di Cawang, Jaktim. Di sana bom berhasil diledakkan.

Tak dilewatkan paket bom dialamatkan ke kediaman Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno di Cilandak, Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya telah menjinakkan dan menyita bom tersebut. Paket bom pun mampir ke rumah Ahmad Dhani di Pondok Indah, Jaksel. Bom itu pun berhasil diledakkan.

Tim Gegana menemukan bom yang berada di Kota Wisata, Cibubur. Jaraknya cukup dekat dengan rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas.

Sulit diprediksikan akan ada berapa bom lagi beredar di Ibu Kota. Sebab nyatanya Badan Intelijen Negara masih kebobolan melacak keberadaan teror bom selanjutnya.

Sejak bergulirnya teror bom buku, polisi terus memburu pelaku. Mulai dengan melacak ke alamat pengirim hingga menyebarkan sketsa kurir pengantar paket buku.

Pelaku diperkirakan merancang strategi secara profesional agar dirinya tak terlacak polisi. Terbukti alamat yang diburu seperti yang tercantum dalam amplop hanya lokasi fiktif.

Menurut pengamat terorisme Al Chaidar, para pelaku bom buku adalah pentolan kelompok lama yang makin kesulitan dana dan akses bahan peledak. Karena itu sasarannya kini mengarah ke sosok-sosok tertentu yang dianggap musuh Islam dalam versi mereka.

Dugaan Al Chaidar pun ditanggapi sama oleh Presiden Yudhoyono. Presiden bahkan memberikan pesan pada pelaku jika tidak senang dengan dirinya, jangan sampai mengorbankan rakyat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...