Page

Rabu, 09 Maret 2011

Dunia Tanpa Spasi

Spasi atau space dalam istilah lain space berarti daerah/ruang kosong untuk memberi jarak antara sisi yang satu dengan sisi yang lain. Seperti kita halnya dalam menulils, spasi tidak dapat dipisahkan. Lalu bagaimana jika tidak ada spasi atau penjeda dalam tulisan kita ? Gampang saja, tulisan kita nyambung jadi satu, campur dan selain kopi, kita butuh obat sakit kepala untuk membacanya. Dan mungkin kita butuh bad rest selama seminggu setelah kita menuntaskan buku atau novel-novelnya Andrea Hirata atau bahkan J.K Rowling si Harry Potter.

Kita baru saya bicara spasi dalam konteks tulisan, dalam skala kecil yang sering kita abaikan dan tak pernah dipikirkan karena kita selalu menemukan spasi dalam tulisan kita. Kita selalu mendapatkan spasi dan spasi itu gratis. Terus kalau benar kejadian spasi itu hilang dari spasi tulisan kita ? Lupakan saja masalah itu, itu tidak akan pernah terjadi, jadi buat apa kita pikirkan masalah yang tidak ada masalahnya dan tidak ada jawabannya ?

Spasi akan tampak lain jika kita menyinggung tentang kehidupan, hidup kita. Pernahkah kita merasakan seperti terhimpit, ingin meledak atau ingin semua yang ada di dalam tubuh keluar ? Pasti pernah, itu adalah rasa dari sebagain depresi atau stress mungkin.

Manusia itu tidak suka hidup yang monoton, manusia selalu ingin yang beda dan yang beda. Itu lumrah, hidup dalam state monoton itu tidak artinya, sama saja tidak hidup.

Hidup kita perlu spasi, perlu penjeda, perlu jarak antara hidup kita yang satu dengan hidup kita yang lain. Dengan begitu kita hidup di tengah-tengahnya, di jarak dalam spasi itu. Kita tidak akan tertekan, tidak akan depresi dan bingung karena kita bisa membedakan kehidupan kita yang satu dengan kehidupan kita yang lain.

Sekalipun manusia mahluk sosial, mahluk yang tak tak dapat hidup tanpa orang lain tetap saja manusia adalah mahluk individu. Manusia butuh kesendirian, butuh waktu buat mengenal dirinya, buat bersabat dengan dirinya sendiri, manusia butuh hal semacam itu.
Carilah spasi hidup, jangan sekali-kali menghilangkan spasi. Spasi hidup itu mahal, tidak gratis.
Semalam saya tidak bisa tidur, terlalu banyak keramaian di luar sana. Saya tidak punya spasi antara keramaian dengan kesepian.
Sampeyan sendiri bagaimana ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...