Page

Senin, 14 Maret 2011

Apa Bahaya Meledaknya Reaktor Nuklir Jepang?

Belum selesai guncangan gempa dan gelombang tsunami yang menghantam negeri sakura, kini negeri yang memiliki kemajuan teknologi tinggi itu juga diancam bahaya baru yakni radiasi nuklir. Akibat gempa dan tsunami, pendingin nuklir tak lagi bekerja, hal inilah yang mengakibatkan nuklir nomor 1 di Fukushima meledak.

Ancaman kontaminasi radioaktif pun menjadi momok baru di Jepang. Untuk menghindari ancaman radiasi akibat ledakan nuklir tersebut, pemerintah telah mengevakuasi warga dengan jarak radius 20 km dari pusat ledakan. Selain itu warga Jepang diminta untuk tetap di rumah, mematikan AC dan tidak meminum air langsung dari keran.

Bagaimana dengan yang keluar rumah? Pemerintah menyarankan untuk memakai jaket dan baju yang menutupi seluruh tubuh, mengenakan masker dan handuk basah guna mengurangi efek paparan langsung dari radiasi.

Bagi warga yang hendak keluar rumah, pemerintah mengimbau mereka untuk mengenakan jaket dan baju yang menutupi seluruh tubuh, termasuk juga mengenakan masker dan handuk basah.
Selain menghimbau warganya, pemerintah Jepang juga telah mengumpulkan yodium guna melawan penyakit radiasi. Investigasi terhadap dampak ledakan ini juga terus diselidiki.

Seberapa besar efek dari paparan radiasi nuklir tersebut?

Sebenarnya, secara alami tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun zat kimia berbahaya lainnya. Namun, radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh, yang akan mengakibatkan sindrom radiasi akut (Acute Radiation Syndrome).
ARS yang disebut juga keracunan radiasi ini memiliki beberapa gejala dan bahayanya adalah sebagai berikut:

Gejala awal

  • Mual muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Demam
Gejala awal ini bisa berlangsung hingga beberapa hari. Setelah gejala awal hilang, biasanya seseorang akan kembali bugar seperti tak terkena radiasi. Namun, tak lama penderitaan awal itu akan kembali dengan level yang lebih parah. Tahap ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan.

Jika seseorang terkena paparan radiasi selama beberapa hari, akibatnya:

  • Pusing, mata berkunang-kunang
  • Disorientasi atau bingung menentukan arah
  • Lemah, letih dan tampak lesu
  • Kerontokan rambut dan kebotakan
  • Muntah darah atau berak darah
  • Tekanan darah rendah
  • Luka susah sembuh
Selain gejala awal di atas, kerusakan pada kulit akibat radiasi juga dapat timbul dalam hitungan jam. Hal ini dapat bertahan hingga beberapa tahun lamanya, tergantung seberapa parah seseorang terpapar radiasi. Gejalanya, kulit terasa perih dan bahkan terasa seperti terbakar. Rambut pun dapat menjadi rontok akibat radiasi.

Dampak dari radiasi nuklir jangka panjang:

  • Kanker
  • Penuaan dini
  • Gangguan sistem saraf dan reproduksi
  • Mutasi genetik
Kematian yang diakibatkan rusaknya tulang sumsum, infeksi, atau pendarahan juga menjadi akibat dari paparan radiasi nuklir jangka panjang.

Bagaimana jika seseorang sudah dinyatakan positif terkena radiasi nuklir?

Yang pertama ialah mencegah kontaminasi lebih lanjut terhadap penderita. Mengurangi gejala sindrom seperti yang sudah disebutkan di atas, dan menyembuhkan organ tubuh yang rusak akibat terpapar radiasi.
Setelah itu, adalah tindakan dekontaminasi. Dekontaminasi adalah proses menghilangkan kontaminasi eksternal oleh partikel radioaktif. Dekontaminasi bisa berupa melepas seluruh pakaian dan sepatu yang dipakai seseorang yang terpapar radiasi. Membasuh tubuh juga dapat mengurangi kontaminasi eksternal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...